GADGETMAX.id – Samsung kembali membuat gebrakan di ranah teknologi dengan merilis Samsung Internet versi desktop (beta), yang kini tersedia untuk pengguna di Amerika Serikat dan Korea Selatan. Langkah ini menandai ekspansi besar bagi browser yang sebelumnya hanya hadir di perangkat mobile buatan Samsung, sekaligus mempertegas ambisi perusahaan menghadirkan ekosistem lintas platform yang terhubung secara mulus.
Melalui program Samsung Internet Beta for PC, pengguna kini bisa menikmati pengalaman menjelajah web yang seragam antara smartphone, tablet, dan komputer. Dengan masuk menggunakan akun Samsung, seluruh riwayat penelusuran, bookmark, hingga kata sandi dapat tersinkronisasi otomatis di semua perangkat.
Tak hanya soal konektivitas, versi desktop ini juga membawa sentuhan kecerdasan buatan (AI). Fitur AI Browsing Assist mampu merangkum isi situs web dan menerjemahkan teks asing secara instan, menjadikannya asisten digital cerdas untuk produktivitas harian.
Fitur lain yang menarik adalah session handoff, yang memungkinkan pengguna melanjutkan sesi browsing di PC tepat dari titik terakhir saat berpindah dari ponsel atau tablet. Teknologi ini menjadi jawaban atas kebutuhan pengguna modern yang kerap berpindah antar perangkat dalam satu ekosistem digital.
Dari sisi keamanan, Smart Anti-Tracking kini juga tersedia di versi desktop. Fitur ini secara otomatis memblokir cookie pelacak pihak ketiga dan pop-up berbahaya, memberikan lapisan privasi ekstra bagi pengguna di era digital yang rentan pelanggaran data.
Sebelumnya, Samsung pernah bereksperimen membawa browser-nya ke PC melalui Microsoft Store pada 2023, namun proyek itu tak berlanjut. Kini, dengan dukungan AI dan sistem keamanan mutakhir, Samsung Internet Desktop Beta hadir sebagai bukti keseriusan perusahaan menantang dominasi Chrome, Edge, dan Safari di pasar browser desktop.
Meski belum ada kepastian soal peluncuran global atau model monetisasi, fokus Samsung pada integrasi AI dan privasi pengguna membuka potensi ke arah layanan enterprise atau fitur premium di masa mendatang — tergantung pada seberapa positif respons pengguna selama fase beta ini berlangsung.
Browser ini bukan sekadar alternatif, tapi bagian dari strategi besar Samsung dalam menghadirkan pengalaman digital yang cerdas, aman, dan saling terhubung di seluruh lini perangkatnya.
